Kamis, 01 Juli 2010

Tantang

Aku ingin Tantangan, tantangan yang menantang, tantangan yang membuat menegang
Aku butuh tantangan, tantangan untuk menang , aku menang aku senang
aku ada, aku ego..

Lets Begin

Do the difficult things while they are easy and do the great things while they are small. A journey of a thousand miles must begin with a single step.
Lao Tzu

Sabtu, 17 April 2010

Story of Zero : "The Nothing That Is ; A Natural History of Zero"

What is the greatest invention in math and science?. if you answer Pythagoras quotation or the discovery of phi, well actually it's a great invention to. But the greatest Math Invention were the invention of zero. Well this thought actually came from a Hanz Magnuz Enzenberger book " The Number devil". in that book he discovers a math from a different perspective. He discovers that a math just like a chaos theory. Math is not just a rigid or neat science. Invention of zero has changed math dramatically. Roman are one of the nations that doesn't have a zero in their math. They figure number with symbol from X for 10, M for 1000, and C for 100. They don't have a zero concept that makes every equation roman try to build is agony and knotty. Zero change everything, you could build an equation easier.

This Concept getting clearer after I found Robert Kaplan book "The Nothing That Is ; A Natural History of Zero". I have read a chapter of this book, it's really amaze how a something that looks doesn't matter became a matter in this book. This book is really discover zero from every side.Wow...

Jumat, 02 April 2010

"Sawang Sinawang"

Tersebutlah:
  1. A: Seorang eksekutif muda sukses, manajer dari perusahaan swasta terkemuka, bergaji tinggi , fasilitas nomer satu, dia merasa bahwa tekanan dari pekerjaannya telah membuatnya hampir gila. dia selalu mengeluhkan betapa tidak bahagianya dirinya.
  2. B : Seorang Pegawai BUMN , bergaji tinggi, fasilitas tinggi, dia merasa telah puas dengan hasil gaji yang didapat, tetapi dia merasa semakin lama semakin bodoh karena pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan Repetitive .
  3. C : Seorang Pegawai Negeri , Bergaji cukup, "tunjangan" "cukup". dia merasa aman dengan pekerjaannya yang sekarang
  4. D: Seorang Pegawai Swasta Perusahaan kecil. Bergaji kecil, tapi dia bebas melakukan pekerjaanya. dia merasa kurang dengan gaji yang diterimanya.
  5. E : Seorang Wiraswasta : Dia telah menekuni bidang wiraswasta sejak muda sekali tetapi dia belum sampai mendapat hasil yang maksimal, pendapatan cukup, fasilitas tidak ada.
Setiap Orang diatas mempunyai sendiri penilaian terhadap pekerjaan yang dimiliki, dan dimiliki orang lain. D akan iri pada A karena A memiliki Gaji yang lebih tinggi. E akan iri kepada C dan B karena tunjangannya. A akan iri pada D dan E karena memiliki kebebasan dalam pekerjaanya. dan siklus "keirian" ini akan selalu berputar.

Ada satu kata dalam bahasa Jawa yaitu Sawang Sinawang : yang kurang lebih artinya ialah melihat bahwa setiap hal selalu ada positif dan negatif, janganlah melihat suatu hal dari positifnya saja tetapi juga dari negarifnya. Pegawai A walau berat pekerjaannya tetapi jika tiba waktunya gajian mungkin akan tersenyum, pegawai D walau kecil gajinya, tapi sehari-hari dia tidak mengalami stres akibat pekerjaan. Banyak orang telah melupakan konsep "Sawang Sinawang" dalam kehidupan sehari-harinya. Konsep ini padahal bisa menjadi gerbang untuk mensyukuri apa yang kita punya karena , dengan konsep ini kita akan menyadari bahwa sejelek apapun hal yang kita pikir kita miliki , pada beberapa segi pasti lebih baik.

Sabtu, 09 Januari 2010

Sisi Lain Semua Hal (Insight Freakonomics Book)

Aku baru aja menyelesaiin buku freakonomics ini. Yah memang bisa dibilang sangat telat karena buku ini sendiri sudah terbit sejak tahun 2007, bahkan berita terbaru sudah terbit sekuel dari buku ini berjudul Superfreakonomics.
Buku ini bercerita mengenai hal-hal yang ada disekitar kita tetapi dipandang dari sisi yang berbeda. sebagai contoh pada bab 1 buku ini bercerita mengenai persamaan guru sekolah dan pegulat Sumo, dimana menurut Levitt persamaannya ada pada bahwa guru dan pegulat sumo mempunyai potensi untuk berbuat curang yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi mereka. Menarik sekali melihat bagaimana Levitt bisa menarik kesimpulan ini melalui pengujian data ujian suatu kelas (untuk guru sekolah) dan data pertandingan (Pegulat).
Levittt menunjukkan bahwa jawaban itu ada didalam dlata. dengan mengolah dan memanfaatkan data itu maka dapat ditemukan suatu hal yang menarik. Di buku ini levit juga coba menjelaskan mengenai penyebab turunnya kejahatan pada dekade 90 an di amerika. Dengan berbekal data pendukung yang memadai dia bisa menjelaskan bahwa selama ini para kriminolog yang coba menjelaskan hal ini telah melihat ke arah yang salah. selama ini para ahli beralasan bahwa turunnya kejahatan disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
  1. Kebijakan perlawanan kejahatan yang lebih baik
  2. Polisi yang lebih kuat
  3. Hukuman penjara yang lebih keras
  4. Peningkatan standar hidup yang lebih baik.
Levit dengan cerdik ternyata memberikan suatu perspektif berbeda, bahwa ternyata hal yang mendorong turunnya kejahatan itu ialah dilegalkannya aborsi di amerika 20 tahun sebelumnya. Hal ini mendorong kontroversi moral, tapi levitt bisa memberikan data bahwa pemantik kejahatan sebagian besar adalah anak yang secara ekonomi tidak mampu dihidupi oleh orang tuanya. Levitt berpendapat jika aborsi tidak dilegalkan Pada dekade 70an, akan lahir anak yang tidak diinginkan orang tuanya , dan pada dekade 90 kemungkinan besar anak itu akan menjadi penjahat.
Buku ini juga mengupas hal lain yang semua pembahasan kasusnya memiliki kesamaan, levit dengan cerdas mengajak untuk melihat suatu Hal dari sisi lain. Bisa saja suatu hal yang terlihat , tidaklah seperti apa yang terlihat. Kadang perlu untuk melihat dari sisi lain, sudut pandang lain.

Jumat, 11 Desember 2009

3 Inspiration You Need to Bounce Back.!!!!!

Andai manusia adalah sebuah lokomotif dan rel yang dijalani adalah kehidupan. aku merasa lokomotif ku sekarang lagi terperosok keluar dari rel, lokomotif itu terpaksa berhenti, bukan kemauan dari lokomotif untuk berhenti , bahan bakar penuh, oli baru , apalagi yang dibutuhin oleh lokomotif untuk berjalan.

belakangan hidup memang serasa menuntunku menuju suatu titik nadir, dimana perasaan putus asa menjadi teman. datanglah dia 3 Inspiraton you need to bounce back.yang menyadarkan aku bahwa lokomotif ku tidaklah terperosok keluar dari rel , tetapi lokomotif itu hanya berjalan memasuki terowongan, sehingga aku tidak tahu apa yang aku alami. tapi setelah keluar terowongan akan terlihat pemandangan yang indah.

Inspirasi 1 : Waktu aku lagi ke rumah temanku, i found this book . Stumbling On Hapiness. buku ini cukup tebal dan secara kebetulan pula aku harus menunggu antrian ke dokter jadi aku sempet untuk membacanya. buku ini mengajarkan aku untuk terus mencoba , karena apapun yang terjadi akan lebih menyakitkan bila kita tidak mencoba, dibanding saat kita mencoba. otak manusia secara aneh telah mempersiapkan pertahanan apabila apa yang kita coba tidak sesuai dengan yang kita inginkan, tetapi otak kita tidak punya pertahanan terhadap penyesalan akibat kita tidak melakukan sesuatu.. hmm.

Inspirasi 2 : aku tergila2 sama majalah reader digest, natonal geographic yang edisi luar, tapi untuk selalu beli , hmm melihat dari harganya enggak deh. waktu aku ke toko buku aku menemuin 2 edisi reader digest yang walo agak ketinggalan ( 2 bulan ) dijual hanya 20.000 ato sekitar seperempat dari harga aslinya. langsung deh, sikat gan.... didalamnya ada artikel mengenai how to bounce back in your life... well artikel ini ngajarin bahwa kegagalan dan masalah itu adalah hal yang biasa. bahkan kegagalan dapat membuat otak orang lebih berkembang untuk kreatif. ( quote of the article : Good decisions come from experience, and experience comes from bad decisions)..

Inspirasi 3 : reader digest lagi, kali ini aku nemuin artikel tentang orang yang gagal dan kemudian mencoba terapi Yes. dimana untuk setiap tawaran atau peluang yang ada dia akan selalu menjawab iya ( film yes man diambil dari cerita orang ini). artikel ini ngajarin aku : bahwa hidup tuh sebenarnya lucu kalo kita bisa menertawakan hidup. itulah mungkin momen kita benar-benar hidup.filmnya pun inspiring, a lot.

for Conclusion, life is tough?. no, our mind that say is tough, and hard. life itself is pretty funny if you aware.

Rabu, 11 November 2009

"Ancen rejekine sakmono yo". (Memang Rejekinya Segitu)

Kata-kata di judul diambil dari omongan seorang temen yang menjalani wirausaha. Dia mencapai kesimpulan seperti itu karena dari usahanya yang dia besarkan mati-matian, tetapi sejauh ini serasa berjalan di tempat. Teman-temanya yang terakhir menjadi wiraswastawan justru telah menjadi besar, lebih besar daripada usaha yang dia miliki. dia merasa telah menjalankan semua cara untuk bisa besar tetapi rasanya tidak berhasil. akhirnya didalam keputus asaanya dia mengatakan hal tersebut.

Dia Percaya bahwa rejeki itu besarannya sudah diatur oleh tuhan. jadi bagaimanapun dia berusaha, dan membanting tulang dia tidak akan bisa mencurangi garisan rejeki yang sudah seharusnya dia terima. dan memang hal seperti inilah yang selalu terpikirkan saat kita sudah mencapai suatu titik dimana serasa tidak ada jalan lagi yang dapat kita tempuh. disatu sisi berpikiran seperti ini ada baiknya karena saat kita berada di jurang keputusasaan. karena dengan mengambil peran tuhan, seakan itulah hal yang tidak bisa kita usahakan. tapi di satu sisi dengan berpikiran seperti ini dapat membuat kita untuk malas berusaha karena akan membuat berpikiran apapun yang kita lakukan akan percuma selama itu tidak menjadi rejeki kita..

hell, bagaimana kita bakal tau itu rejeki kita atau tidak KALO GAK DICOBA.